FOTO GALERI 'DEWI-DEWI' POPULAR-MAJ.COM











"DYNAMIC DUO" DEWI-DEWI
"Dewi-Dewi tinggal dua. Tetapi mereka menjadi lebih heboh dan seru. Mereka menyingkap sisi-sisi personalnya hanya untuk Anda… Grup vokal yang dibentuk Ahmad Dhani dari sebuah acara reality show ini, kini kehilangan Ina, salah satu personalnya. Alih-alih kehilangan, Purie dan Tata mengubah citra mereka, dari trio spektakuler, menjadi duo yang dinamis. Bulan ini, lewat album kompilasi Republik Cinta, mereka meluncurkan penampilan perdana mereka sebagai duet. Masihkah mereka tampil memikat? "
TATA
Bagaimana rasanya kehilangan Ina?
Hmm… Kehilangan sebagai seorang partner begitu ya pasti terasa. Biasanya kami nyanyi bertiga, sekarang tinggal berdua. Seperti ada yang kosong, tapi, tidak perlu dibuat terlalu dramatis juga. Hanya merasa kehilangan saja sih, tetapi tidak sampai parah rasanya. Kalo kita terlalu merasa terlena dengan kehilangan, nantinya jadi tidak fokus dengan apa yang ada di depan. Sekarang bagaimana caranya Dewi-Dewi jadi berdua, tapi tetap OK.
Lebih suka berdua atau bertiga?
Terus terang ya, ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau bertiga, mungkin kanan dan kiri ada teman. Lebih seru, lebih ramai gitu, cuma kordinasi juga lebih berat. Sekarang sih saya rasakan hanya berdua dengan Purie, saya merasa lebih enjoy saja. Jadi lebih fokus saja pada satu orang.
Lantas, tiba-tiba menghadirkan Mulan?
Kalau Mulan, kebetulan lagu “Sakit Minta Ampun” itu ada di albumnya Republik Cinta management. Di antaranya ada single Mulan feat Dewi-Dewi, bukan berarti Mulan menggantikan Ina. Hanya idenya management untuk membuat konsep yang seru untuk album Republik Cinta.
Kalau Mulan, she’s like a huge star now, tidak takut overshadowed by her image?
Sebenarnya bagaimana ya? Kita kan satu managemen, kalo mau dibilang numpang beken, ya tergantung orang memandangnya seperti apa. Yang penting kita sama-sama berkualitas, Mulan punya kelebihan di situ, ya sama-sama bisa menyanyi, sama-sama punya kelebihan. Jadi saya pikir kalo disatukan bagus, ya mengapa tidak? Bukan berarti numpang beken gitu, tetapi kalau itu imbasnya ya terserah.
Apa hal terberat menjadi Dewi-Dewi?
Tiap orang kan punya rasa egois, ingin punya keinginan sendiri-sendiri. Bukannya berat ya, tetapi di sinilah kita musti mengesampingkan ego. Apalagi kalau mau jujur, sifat asli saya mungkin bisa dibilang emosional atau mungkin agak sensitive. Nah kalau berada di satu grup begitu, grup vocal, dengan pikiran yang berbeda, kan saya harus bisa mawas diri, harus toleransi, saling pengertian dan saling memahami. Awalnya susah sekali mengerti orang lain, tetapi itu ya ada hikmahnya, membuat kita jadi sabar.
Hal terbaiknya?
Banyak banget terbaiknya hahaha… Di Dewi-Dewi saya mengenal karakter vocal saya sebenarnya, pokoknya saya berterima kasih pada Ahmad Dhani. Ya gini, mungkin kalau suara orang tidak ada yang bisa mengubah, tapi kalau karakter, baru saya temukan di Dewi-Dewi. Kebetulan Dhani yang mengarahkan karakter suara saya. Tuhan menciptakan kita kekurangan dan kelebihan, dan jadikanlah kekurangan kita menjadi kelebihan kita… Dhani suka bilang, “jangan sembunyikan suara serak-serak kamu…”. Saya baru sadar, sebelumnya saya selalu sembunyikan suara serak saya. Sampai saya berdoa, kok suara saya kayak begini banget? Saya jadi selalu menyiasatinya dengan menggunakan falsetto, nah ketika bergabung di Dewi-Dewi, Mas Dhani yang suruh saya keluarkan suara serak saya dan ternyata itulah kelebihan suara saya!
Selain Ahmad Dhani, dalam hidup kamu, adakah pria lain yang berarti? Selain orang tua?
Banyak kok… Pastinya adalah. Biar itu jadi rahasia saya! Hahaha… Ya pasti banyak orang yang mendukung saya dari belakang…
Kalo pembaca Popular ingin dekat dengan kamu, apa yang musti mereka lakukan untuk bisa membuat kamu paling sedikit tertarik?
Bersikap charming kali ya...
Define charming!
Orang ganteng banyak, gagah banyak. Tetapi orang yang kharismatik itu bagaimana ya? Itu susah dijelaskan dan saya lihat laki-laki dari situ, tidak perlu ganteng tapi kharismatik.
Apa pengorbanan terbesar yang siap kamu lakukan untuk pria yang kamu cintai?
Sebenarnya kalo orang benar-benar sayang, tidak perlu pengorbanan besar, itu semua berjalan dengan sendirinya saja. Misalnya saya berhenti nyanyi, itu bukan pengorbanan, kalau memang saya memilih keluarga lebih penting daripada karir.
Sejak pertama kali muncul, Dewi-Dewi selalu menunjukan keseksian a la Dewi-Dewi. Tidak terganggu dengan hal itu?
Sebenarnya kita tidak menonjolkan keseksian ya. Cuma mungkin memang perempuan itu seksi kan? Semua perempuan punya sisi seksi. Lantas bagaimana caranya sex appeal itu keluar tanpa cara urakan. Jadi tidak ada yang dibuat-buat agar jadi seksi atau jadi mesum? Selama ini saya merasa tidak ada yang dilebih-lebihkan atau dibuat-buat.
Nah, manusia kan selalu turun-naik mood-nya. Kalau kamu baru bertengkar dengan pacar 10 menit sebelum manggung, tapi di panggung tetap musti tampil seksi dan menggoda, apa yang akan dilakukan?
Nah di situlah. Jiwa entertainment terlihat, profesionalitas diuji. Kalau yang saya rasakan selama ini, karena saya sudah lama menyanyi, sudah hampir 10 tahun… Jadi apa yang dibilang orang tentang harus menjaga mood atau apa, kalau sudah naik panggung, saya lupa sama sekali semua masalah. Justru saya kalau sedang bete atau tidak nyaman, saya butuh menyanyi, agar semua hilang, jadi tidak perlu ada trik-trik khusus. Bahkan saya bisa lupa pada sakit saya, waktu itu saya pernah tipus, tetapi sudah kontrak musti nyanyi, akhirnya saya bisa lupa dengan sakit saya! Tetap jingkrak-jingkrak sampai Ina bingung… ”Bukannya kamu sakit?” sedangkan mereka sudah deg-degan. Tapi sakitnya benar-benar tak terasa pas di panggung.
Pantangan terbesar buat cowo? Hal yang paling membuat kamu il-fil?
Kukunya kotor! Hahaha!. Harus bersih! Bau badan juga! Pokoknya yang kotor-kotor secara fisik, rasanya membuat saya sangat jijik. Hahaha!
PURIE
Bisa diceritakan hal terbaik menjadi Dewi-Dewi?
Banyak sekali pelajaran yang bisa saya saya ambil di Dewi-Dewi. Ternyata menyanyi dengan benar itu sulit. Apa yang selama ini saya kuasai, rasanya sama sekali belum sempurna…
Yang mengajar siapa?
Waktu! Yang paling banyak memberi pelajaran adalah waktu! Oo, ternyata begini atau begitu. Apalagi untuk dunia entertainment, ternyata untuk menghibur orang, untuk membuat penonton senang, saya musti begini dan begitu, dan untuk penonton yang lain, saya musti beda lagi.
Hal terberat menjadi Dewi-Dewi?
Apa yaa?...
Yang orang-orang tidak tahu, kalo ternyata berat juga menjadi Dewi-Dewi?
Bangun pagi dan hanya tidur 2 jam itu sangat berat buat saya. Kadang-kadang satu hari bisa tampil sampai 3 kali, kemudian besok paginya sudah harus stand by di airport.
Kehidupan personal kalian kan jadi minim, rasanya bagaimana?
Saya kan di Jakarta sejak mulai kuliah. Jadi, sementara ketika saya cuti kuliah ya tidak masalah, karena keluarga saya juga jauh, di sini saya tinggal sendiri bersama adik saya, supir dan pembantu, sesudah itu tidak ada masalah.
Kalo soal ketenaran, seandainya tampil solo, orang-orang akan kenal Purie, sekarang orang kenalnya cuma Dewi-Dewi dan kadang suka tertukar, menurut kamu bagaimana?
Tidak masalah, menurut saya begini. Seseorang yang mau menjadi penyanyi solo terkenal, apalagi dengan kemampuan yang baik, ya harus melalui tahap yang seperti ini dulu. Ini tahap ujian dan pelajaran. Buat saya kalau sekarang harus berpikir untuk solo, saya masih berpikir 2 kali, mampukah saya? Karena saya juga tidak bisa seenak jidat saya,”Aah jadi solo ah…”. Itu sulit lho bebannya, bertiga saja, yang istilahnya bebannya dibagi 3 saja sulit, apalagi sendiri.
Tapi kamu sendiri punya personal obsession atau tidak?
Ya pastilah, semua orang yang jadi penyanyi pasti ingin jadi solo ya. Cuma di sini saya masih menerima dan berkomitmen dengan Dewi-Dewi. Menurut saya, ini saya masih dalam tahap pembelajaran, masih jauhlah.
Kok sepertinya tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri??
Bukannya tidak yakin, tetapi masih banyak yang musti saya cari lagi… Entah itu cara bernyanyi, entah itu cara entertain. Masih banyaklah…
Selain karir musik, masih ada personal obsession lagi?
Itu sih, saya sampe lulus S1 saja dulu.
Mengejar kuliah?
Iya, kuliah!!! Hihihi… Karena ayah saya sudah mengatakan, ”terserah deh kuliah selesainya mau kapanpun. Mau dari manapun, yang penting saya minta ijazah kamu!” Karena kalau tidak begitu, saya tidak dapat izin kawin… Hahaha...
Seorang Purie masih membutuhkan ijazah S1 untuk menikah?
Kalau untuk ayah saya, saya kan tetap Purie anaknya, bukan Purie penyanyi. Hahaha…
BIODATA :
Nama Lengkap : Dewi-Dewi
Nama Panggilan :
Tempat/Tanggal Lahir :
Pendidikan Terakhir :
Pekerjaan :
Musisi Favorit :
Bintang Film Favorit :
Pengarang Favorit :
Tinggi/Berat Badan : cm / kg














