W A J A H P O P U L A R Juli 2008
1:46 AM | Author:

FOTO GALERI 'DEWI-DEWI' POPULAR-MAJ.COM













"DYNAMIC DUO" DEWI-DEWI

"Dewi-Dewi tinggal dua. Tetapi mereka menjadi lebih heboh dan seru. Mereka menyingkap sisi-sisi personalnya hanya untuk Anda… Grup vokal yang dibentuk Ahmad Dhani dari sebuah acara reality show ini, kini kehilangan Ina, salah satu personalnya. Alih-alih kehilangan, Purie dan Tata mengubah citra mereka, dari trio spektakuler, menjadi duo yang dinamis. Bulan ini, lewat album kompilasi Republik Cinta, mereka meluncurkan penampilan perdana mereka sebagai duet. Masihkah mereka tampil memikat? "


TATA

Bagaimana rasanya kehilangan Ina?
Hmm… Kehilangan sebagai seorang partner begitu ya pasti terasa. Biasanya kami nyanyi bertiga, sekarang tinggal berdua. Seperti ada yang kosong, tapi, tidak perlu dibuat terlalu dramatis juga. Hanya merasa kehilangan saja sih, tetapi tidak sampai parah rasanya. Kalo kita terlalu merasa terlena dengan kehilangan, nantinya jadi tidak fokus dengan apa yang ada di depan. Sekarang bagaimana caranya Dewi-Dewi jadi berdua, tapi tetap OK.

Lebih suka berdua atau bertiga?
Terus terang ya, ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau bertiga, mungkin kanan dan kiri ada teman. Lebih seru, lebih ramai gitu, cuma kordinasi juga lebih berat. Sekarang sih saya rasakan hanya berdua dengan Purie, saya merasa lebih enjoy saja. Jadi lebih fokus saja pada satu orang.

Lantas, tiba-tiba menghadirkan Mulan?
Kalau Mulan, kebetulan lagu “Sakit Minta Ampun” itu ada di albumnya Republik Cinta management. Di antaranya ada single Mulan feat Dewi-Dewi, bukan berarti Mulan menggantikan Ina. Hanya idenya management untuk membuat konsep yang seru untuk album Republik Cinta.

Kalau Mulan, she’s like a huge star now, tidak takut overshadowed by her image?
Sebenarnya bagaimana ya? Kita kan satu managemen, kalo mau dibilang numpang beken, ya tergantung orang memandangnya seperti apa. Yang penting kita sama-sama berkualitas, Mulan punya kelebihan di situ, ya sama-sama bisa menyanyi, sama-sama punya kelebihan. Jadi saya pikir kalo disatukan bagus, ya mengapa tidak? Bukan berarti numpang beken gitu, tetapi kalau itu imbasnya ya terserah.

Apa hal terberat menjadi Dewi-Dewi?
Tiap orang kan punya rasa egois, ingin punya keinginan sendiri-sendiri. Bukannya berat ya, tetapi di sinilah kita musti mengesampingkan ego. Apalagi kalau mau jujur, sifat asli saya mungkin bisa dibilang emosional atau mungkin agak sensitive. Nah kalau berada di satu grup begitu, grup vocal, dengan pikiran yang berbeda, kan saya harus bisa mawas diri, harus toleransi, saling pengertian dan saling memahami. Awalnya susah sekali mengerti orang lain, tetapi itu ya ada hikmahnya, membuat kita jadi sabar.

Hal terbaiknya?
Banyak banget terbaiknya hahaha… Di Dewi-Dewi saya mengenal karakter vocal saya sebenarnya, pokoknya saya berterima kasih pada Ahmad Dhani. Ya gini, mungkin kalau suara orang tidak ada yang bisa mengubah, tapi kalau karakter, baru saya temukan di Dewi-Dewi. Kebetulan Dhani yang mengarahkan karakter suara saya. Tuhan menciptakan kita kekurangan dan kelebihan, dan jadikanlah kekurangan kita menjadi kelebihan kita… Dhani suka bilang, “jangan sembunyikan suara serak-serak kamu…”. Saya baru sadar, sebelumnya saya selalu sembunyikan suara serak saya. Sampai saya berdoa, kok suara saya kayak begini banget? Saya jadi selalu menyiasatinya dengan menggunakan falsetto, nah ketika bergabung di Dewi-Dewi, Mas Dhani yang suruh saya keluarkan suara serak saya dan ternyata itulah kelebihan suara saya!

Selain Ahmad Dhani, dalam hidup kamu, adakah pria lain yang berarti? Selain orang tua?
Banyak kok… Pastinya adalah. Biar itu jadi rahasia saya! Hahaha… Ya pasti banyak orang yang mendukung saya dari belakang…

Kalo pembaca Popular ingin dekat dengan kamu, apa yang musti mereka lakukan untuk bisa membuat kamu paling sedikit tertarik?
Bersikap charming kali ya...

Define charming!
Orang ganteng banyak, gagah banyak. Tetapi orang yang kharismatik itu bagaimana ya? Itu susah dijelaskan dan saya lihat laki-laki dari situ, tidak perlu ganteng tapi kharismatik.

Apa pengorbanan terbesar yang siap kamu lakukan untuk pria yang kamu cintai?
Sebenarnya kalo orang benar-benar sayang, tidak perlu pengorbanan besar, itu semua berjalan dengan sendirinya saja. Misalnya saya berhenti nyanyi, itu bukan pengorbanan, kalau memang saya memilih keluarga lebih penting daripada karir.

Sejak pertama kali muncul, Dewi-Dewi selalu menunjukan keseksian a la Dewi-Dewi. Tidak terganggu dengan hal itu?
Sebenarnya kita tidak menonjolkan keseksian ya. Cuma mungkin memang perempuan itu seksi kan? Semua perempuan punya sisi seksi. Lantas bagaimana caranya sex appeal itu keluar tanpa cara urakan. Jadi tidak ada yang dibuat-buat agar jadi seksi atau jadi mesum? Selama ini saya merasa tidak ada yang dilebih-lebihkan atau dibuat-buat.

Nah, manusia kan selalu turun-naik mood-nya. Kalau kamu baru bertengkar dengan pacar 10 menit sebelum manggung, tapi di panggung tetap musti tampil seksi dan menggoda, apa yang akan dilakukan?
Nah di situlah. Jiwa entertainment terlihat, profesionalitas diuji. Kalau yang saya rasakan selama ini, karena saya sudah lama menyanyi, sudah hampir 10 tahun… Jadi apa yang dibilang orang tentang harus menjaga mood atau apa, kalau sudah naik panggung, saya lupa sama sekali semua masalah. Justru saya kalau sedang bete atau tidak nyaman, saya butuh menyanyi, agar semua hilang, jadi tidak perlu ada trik-trik khusus. Bahkan saya bisa lupa pada sakit saya, waktu itu saya pernah tipus, tetapi sudah kontrak musti nyanyi, akhirnya saya bisa lupa dengan sakit saya! Tetap jingkrak-jingkrak sampai Ina bingung… ”Bukannya kamu sakit?” sedangkan mereka sudah deg-degan. Tapi sakitnya benar-benar tak terasa pas di panggung.

Pantangan terbesar buat cowo? Hal yang paling membuat kamu il-fil?
Kukunya kotor! Hahaha!. Harus bersih! Bau badan juga! Pokoknya yang kotor-kotor secara fisik, rasanya membuat saya sangat jijik. Hahaha!

PURIE

Bisa diceritakan hal terbaik menjadi Dewi-Dewi?
Banyak sekali pelajaran yang bisa saya saya ambil di Dewi-Dewi. Ternyata menyanyi dengan benar itu sulit. Apa yang selama ini saya kuasai, rasanya sama sekali belum sempurna…

Yang mengajar siapa?
Waktu! Yang paling banyak memberi pelajaran adalah waktu! Oo, ternyata begini atau begitu. Apalagi untuk dunia entertainment, ternyata untuk menghibur orang, untuk membuat penonton senang, saya musti begini dan begitu, dan untuk penonton yang lain, saya musti beda lagi.

Hal terberat menjadi Dewi-Dewi?
Apa yaa?...

Yang orang-orang tidak tahu, kalo ternyata berat juga menjadi Dewi-Dewi?
Bangun pagi dan hanya tidur 2 jam itu sangat berat buat saya. Kadang-kadang satu hari bisa tampil sampai 3 kali, kemudian besok paginya sudah harus stand by di airport.

Kehidupan personal kalian kan jadi minim, rasanya bagaimana?
Saya kan di Jakarta sejak mulai kuliah. Jadi, sementara ketika saya cuti kuliah ya tidak masalah, karena keluarga saya juga jauh, di sini saya tinggal sendiri bersama adik saya, supir dan pembantu, sesudah itu tidak ada masalah.

Kalo soal ketenaran, seandainya tampil solo, orang-orang akan kenal Purie, sekarang orang kenalnya cuma Dewi-Dewi dan kadang suka tertukar, menurut kamu bagaimana?
Tidak masalah, menurut saya begini. Seseorang yang mau menjadi penyanyi solo terkenal, apalagi dengan kemampuan yang baik, ya harus melalui tahap yang seperti ini dulu. Ini tahap ujian dan pelajaran. Buat saya kalau sekarang harus berpikir untuk solo, saya masih berpikir 2 kali, mampukah saya? Karena saya juga tidak bisa seenak jidat saya,”Aah jadi solo ah…”. Itu sulit lho bebannya, bertiga saja, yang istilahnya bebannya dibagi 3 saja sulit, apalagi sendiri.

Tapi kamu sendiri punya personal obsession atau tidak?
Ya pastilah, semua orang yang jadi penyanyi pasti ingin jadi solo ya. Cuma di sini saya masih menerima dan berkomitmen dengan Dewi-Dewi. Menurut saya, ini saya masih dalam tahap pembelajaran, masih jauhlah.

Kok sepertinya tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri??
Bukannya tidak yakin, tetapi masih banyak yang musti saya cari lagi… Entah itu cara bernyanyi, entah itu cara entertain. Masih banyaklah…

Selain karir musik, masih ada personal obsession lagi?
Itu sih, saya sampe lulus S1 saja dulu.

Mengejar kuliah?
Iya, kuliah!!! Hihihi… Karena ayah saya sudah mengatakan, ”terserah deh kuliah selesainya mau kapanpun. Mau dari manapun, yang penting saya minta ijazah kamu!” Karena kalau tidak begitu, saya tidak dapat izin kawin… Hahaha...

Seorang Purie masih membutuhkan ijazah S1 untuk menikah?
Kalau untuk ayah saya, saya kan tetap Purie anaknya, bukan Purie penyanyi. Hahaha…



BIODATA :


Nama Lengkap : Dewi-Dewi
Nama Panggilan :
Tempat/Tanggal Lahir :
Pendidikan Terakhir :
Pekerjaan :
Musisi Favorit :
Bintang Film Favorit :
Pengarang Favorit :
Tinggi/Berat Badan : cm / kg


W A J A H P O P U L A R Juni 2008
1:06 AM | Author:
FOTO GALERI












"FULL OF GRACE" TYAS MIRASIH


"Setahun terakhir ini, wajah cantiknya kerap muncul dalam sinetron, video klip, sampai berita-berita gosip. Kini, Tyas menampilkan sisi lainnya hanya untuk Anda. Mirasih Tyas Endah atau popular dengan Tyas Mirasih, adalah model, presenter dan bintang sinetron. Karirnya melejit saat menjadi finalis Gadis Sampul 2002, dan beberapa kali tampil sebagai model sejumlah video klip seperti Demi Waktu dan Seperti Yang Dulu milik grup band Ungu. Disusul kemudian lagu milik Baim, Seperti Yang Kumau dan lain-lain. Tyas juga terkenal sebagai bintang sinetron. Sinetron berjudul Teman Tapi Mesra, Sepatu Kaca dan Cinta Itu Ngga Buta, di antara judul yang pernah dibintanginya. Tyas Mirasih memang penuh pesona. Di balik usianya yang masih sangat belia, talentanya bagaikan magma yang siap meledakan dunia entertainment Indonesia. Tetapi ada banyak hal yang masih menjadi obsesi bagi Tyas Mirasih, selain ingin menjadi penyanyi dan DJ, juga mencari pria yang setia… Hmm… Berani mencoba? "

Bisa ceritakan proyek-proyek terbarunya?
Masih shooting sinetron stripping “Serpihan” untuk Astro TV, tetapi sudah hampir selesai. Selanjutnya sudah ada rencana FTV dan persiapan film. Tetapi belum banyak yang bisa diceritakan dengan kedua proyek terakhir ini, yang jelas bulan Juli baru mulai shooting.

Jadi aktivitas yang disukai sebenarnya yang mana? Model atau aktris?
Saya sih tidak berusaha memilih. Selama masih bisa enjoy melakukan beberapa hal sekaligus, ya jalani saja. Kalau disuruh memilih, saya jadi bingung. Menjadi model itu fun sekali dan saya sekali suka akting.

Mana yang lebih enjoy dilakukan?
Mungkin akting, karena lebih intense aktivitasnya ya. Kalau modeling kan sejauh ini hanya selingan.

Tidak ingin sekalian terjun jadi penyanyi?
Saya ingin sih, tetapi ingin les dulu. Kalau saya jadi penyanyi, saya maunya memang dengan bakat yang sudah diasah. Banyak sih yang bilang bahwa suara saya cukup berkarakter saat nyanyi dan saya juga suka menyanyi. Jadi kalau ada waktu jeda sedikit, rencananya saya ingin mulai kursus menyanyi. Tetapi saya juga masih belum terlalu PD sih. Selain itu saya sebenarnya ingin belajar DJ juga, tetapi sepertinya agak lebih ribet persiapan dan latihannya.

Dalam usia 21 tahun, kamu begini sibuk dan masih kuliah, apa tidak merasa masa mudanya terenggut dunia kerja.
Kebetulan stripping yang saya pilih ini bukannya kejar tayang, jadi kita stock puluhan episode dulu baru ditayangkan, jadi cukup fleksibel produksinya. Memang sih, cukup menyita waktu. Tetapi kebetulan saya sudah terjun di dunia entertainment sejak SD, jadi sudah cukup terbiasa untuk menyesuaikan jadwal main saya untuk pekerjaan. Jadi sekarang apapun konsekuensinya, biasanya sudah siap dihadapi. Malah kadang-kadang kalau sedang kosong saya suka memaksa minta pekerjaan pada manajer saya.

Tetapi sepertinya kamu belum pernah terjebak dalam sinetron kejar tayang gila-gilaan ya?
Belum. Tawarannya cukup banyak, tetapi biasanya saya menerima pekerjaan selalu mengukur kapasitas. Waktu kemaren ditawarkan, saya sudah mulai dengan sinetron serial yang ini, jadi saya tidak berani ambil. Sebenarnya kalau ada tawaran yang kejar tayang, saya siap saja mengambilnya tapi dibatasi cuma satu produksi dalam satu waktu, jadi tidak gila-gilaan. Tetapi sesudah ini, karena mau persiapan film, saya cuti dulu dari sinetron.

Obsesi khusus di dunia akting?
Saya ingin jadi main film. Terakhir cuma jadi cameo di “Tarix Jabrix”. Itu juga senang sekali. Nah, sekarang dapat kesempatan ya semoga lancar dalam produksinya.

Kalau sibuk begini, bagaimana cara kamu having fun?
Hidup saya sih sebenarnya cukup fun, tidak pernah saya bawa bete, meskipun sibuk. Saya tidak pernah kekurangan masa “main-main”, karena saat bekerja pun rasanya fun. Kalau bisa selesai cepat, maka nongkrong dengan teman-teman. Kadang-kadang, sahabat-sahabat saya juga suka mampir ke lokasi untuk menemani saya.

Biasanya apa yang dilakukan untuk killing time, kalau sedang berjam-jam di lokasi shooting?
Tidur. Saya selalu membawa peralatan tidur yang cukup lengkap ke lokasi shooting. Saya tidak terlalu gadget-freak, bahkan telponan dan SMS saja juga jarang. Jadi kalau ada jeda sebentar, biasanya saya langsung tidur.

Banyak pria mengaku terobsesi dengan Tyas, apa rasanya jadi obsesi pria?
Glad to hear that, kalau bisa saya ingin tahu karena apa? Saya orangnya senang menerima masukan dari orang lain dan saya senang melihat diri saya dari kacamata orang lain.

Tidak ada pikiran negatif dengan hal itu?
Tidaklah, namanya juga laki-laki. Saya saja yang perempuan, kalau melihat pria yang ganteng juga suka gemas. Manusiawilah hal itu.

Sebenarnya kalau main-main, sukanya ke mana?
Seringnya nonton bioskop dan makan-makan. Biasanya sih saya sesuaikan dengan jadwal kerja. Di luar itu, suka juga nongkrong di café dan sesekali clubbing dengan teman-teman.

Banyak yang bilang clubbing itu buang-buang waktu dan energi, menurut kamu?
Tidak sih, menurut saya clubbing itu salah satu cara balancing antara waktu bekerja dan waktu main. Kalau di café kan kita cuma ngobrol-ngobrol, kalau di club kan bisa lebih ekspresif dengan dancing. Selain itu, setelah berhari-hari sibuk di dunia kerja, sekali pergi ke club bisa ketemu semua teman-teman dan seru-seruan, malah bisa jadi lebih refreshed. Rasanya berbedalah kalau clubbing.

Pernah ada kejadian lucu di club?
Nggak ada yang aneh sih, tetapi paling sering sih tersundut rokok. Makanya kalau di club, ada teman saya yang merokok, biasanya saya suruh jauh-jauh. Soalnya pas sampai rumah, kadang-kadang baru terasa sakitnya dan terlihat bekas-bekas tersundutnya.

Bukan mau bergosip, tetapi sebenarnya pria seperti apa yang dicari?
Hahaha… simple sih, yang penting setia! Setia itu sepertinya mudah diucapkan, tetapi kalau dijalani dalam sebuah hubungan ternyata bisa sangat sulit. Selain itu, harus bisa dekat dengan keluarga saya dan bisa mengerti pekerjaan saya. Saya orangnya agak keras dan manja, jadi lebih bagus juga kalau dapat yang sifatnya bisa

Harus anak band?
Tuh kan, selalu ada pertanyaan ini, padahal saya baru pacaran dengan anak band 2 kali. Nggak ada patokannya lah kalau soal ini. Saya juga sering dibilang playgirl, padahal sebelumnya saya pernah pacaran empat tahun lho. Jadi biar deh rekan-rekan terdekat saya saja yang mengerti.

Terakhir, kamu sering sekali muncul di infotainment, berapa persen beritanya yang benar?
Pokoknya yang benar itu cuma bagian yang saya bicara sendiri. Kalau bagian narasinya, aduh bisa sangat mengerikan kalimat-kalimatnya dan sangat judgemental. Jadi saya kira, kurang dari 50% lah.



BIODATA :


Nama Lengkap : Tyas Mirasih
Nama Panggilan :
Tempat/Tanggal Lahir :
Pendidikan Terakhir :
Pekerjaan :
Musisi Favorit :
Bintang Film Favorit :
Pengarang Favorit :
Tinggi/Berat Badan : cm / kg

SPONSORED